STRATEGI PEMELAJARAN.

 

Nama   :Aji sadewo wahyu eka hartoyo

Nim     :11901142

Kelas   :Pai 4E

Makul  :Magang 1

 

STRATEGI PEMBELAJARAN

Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh, perkenalkan nama saya ajisadewo wahyu eka hartoyo dengan Nim 11901142, Kelas Pai 4E, saya adalah mahasiswa semester 4 dimana kali ini laporan absen saya, saya akan mengulas sedikit hasil bacaan saya mengenai Strategi Pembelajaran, dimana strategi ini sangat penting untuk kita sebagai gutru kenapa ?, karena untuk mengontrol para murid sekaligus mendidik mereka sesuai karakternya masing masing, nah bagaimana sih strateginya saya akan menceritakan sedikit atau mengulas sedikit mengenai hal itu dan hasil bacaan saya bersumber dari link web atau jurnal yang menurut saya bagus atau layak untuk di ulas sebagai laporan bacaan atau di baca untuk menambah ilmu sendiri.

Strategi pembelajaran sendiri memiliki arti yaitu  Strategi pembelajaran merupakan gabungan dari beberapa rangkaian kegiatan, cara mengorganisasikan materi pelajaran siswa, bahan, peralatan dan waktu yang digunakan untuk proses pembelajaran dalam mencapai tujuan kegiatan pembelajaran yang telah ditentukan.

Bila dilihat dari penyajiannya strategi pembelajaran dibagi dua yaitu induktif dan deduktif. Strategi pembelajaran ini sifatnya konseptual. Strategi atau model pembelajaran ini bisa diimplementasikan dengan bentuk metode pembelajaran yang nyata. Metode pembejaran yang bisa dipilih dari konsep strategi pembelajaran adalah 1.Ceramah, 2.Diskusi kelompok, 3.Demonstrasi , 4.Simulasi, 5.Pengalaman lapangan, 6.Mind Mapping, 7.Drama.dan lain-lain

Dalam kurikulum 2013 strategi pembelajaran atau model pembelajaran ada 5

1.      Strategi discovery Learning (DL) (Menyingkap Pembelajaran)

2.       Strategi inkuiri Learning (IL) (Penyelidikan Pembelajaran)

3.      Strategi Problem Based Learning (PBL) (Pembelajaran berbasis masalah)

4.      Strategi Project Based Learning (PBL) (Pembelajaran Berbasis proyek)

5.      Strategi Saintifik Learning (SL) ( Pembelajaran Ilmiah)

Ausubel (1977) menyarankan penggunaan interaksi aktif antara guru dengan siswa yang disebut belajar verbal yang bermakna (meaningful verbal learning) atau disingkat belajar bermakna pembelajaran ini menekankan pada ekspositori dengan cara, guru menyajikan materi secara eksplisit dan terorganisasi. Dalam pembelajaran ini, siswa menerima serangkaian ide yang disajikan guru dengan cara yang efisien. Model Ausubel ini mengedepankan penalaran deduktif, yang mengharuskan siswa pertama-tama mempelajari prinsip-prinsip, kemudian belajar mengenal hal-hal khusus dari prinsip-prinsip tersebut. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa seseorang belajar dengan baik apabila memahami konsep-konsep umum, maju secara deduktif dari aturan-aturan atau prinsipprinsip sampai pada contoh-contoh. Pembelajaran bermakna dari Ausubel menitikberatkan interaksi verbal yang dinamis antara guru dengan siswa. Guru memulai dengan suatu advance organizer (pemandu awal), kemudian ke bagian-bagian pembelajaran, selanjutnya mengembangkan serangkaian langkah yang digunakan guru untuk mengajar dengan ekspositori.

Strategi pembelajaran adalah cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, meliputi sifat, lingkup, dan urutan kegiatan yang dapat memberi pengalaman belajar kepada siswa. Strategi pembelajaran terdiri dari teknik (prosedur) dan metode yang akan membawa siswa pada pencapaian tujuan. Jadi, strategi lebih luas daripada metode dan teknik. Ada dua kutub pendekatan yang bertolak belakang, yaitu ekspositori dan discovery. Kedua pendekatan tersebut bermuara dari teori Ausubel yang menggunakan penalaran deduktif (ekspositori) dan teori Bruner yang menggunakan penalaran induktif (discovery). Kedua pendekatan tersebut merupakan suatu kontinum. Dari titik-titik yang terdapat sepanjang garis kontinum itu, terdapat metode-metode pembelajaran dari metode yang berpusat pada guru (ekspositori), seperti ceramah, tanya jawab, demonstrasi, sampai dengan metode yang berpusat pada siswa (discovery/inquiry), seperti eksperimen.

Burdon dan Bryn mengemukakan beberapa strategi yang dapat dipilih guru dalam pembelajaran, yaitu sebagai berikut.

STRATEGI DEDUKTIF – INDUKTIF

 Pada waktu guru merencanakan pembelajaran, perlu dipertimbangkastrategi yang berguna untuk mencapai keberhasilan pembelajaran. Beberapastrategi yang berpusat pada guru, seperti ceramah, resitasi, pertanyaan, danpraktik. Strategi yang lain lebih berorientasi pebelajar, yang menekankanpada inquiry dan discovery. Strategi pembelajaran menunjukkan kontinum yang terentang dari strategi yang berpusat pada guru, yang lebih eksplisit ke strategi yang berpusat pada pebelajar, yang kurang eksplisit. Dengan strategi pembelajaran deduktif, pembelajaran dimulai dengan prinsip yang diketahui ke prinsip yang tidak diketahui. Dengan strategi pembelajaran induktif, pembelajaran dimulai dari prinsip-prinsip yang tidak diketahui ke prinsip-prinsip yang diketahui. Perbedaan antara keduanya dicontohkan sebagai berikut guru mengajar konsep “topic sentence”, guru yang menggunakan pendekatan deduktif meminta pebelajar membaca definisi “topic sentence”. Kemudian, guru memberikan contoh-contoh topic sentence dan mengakhiri pelajaran dengan meminta pebelajar menulis kalimat topiknya sendiri. Selanjutnya, guru dapat mereviu kalimat tersebut dan memberikan balikan Kekuatan strategi deduktif ini berpusat pada strategi pembelajaran yang menghubungkan antara contoh guru dan tugas pebelajar. Walaupun koran merupakan media yang bagus digunakan untuk pelajaran topic sentence. Guru yang menggunakan pendekatan induktif mungkin memberikan contoh paragraf dengan penekanan pada topic sentence. Dengan strategi ini, guru tidak menceritakan pada awal ketika pebelajar mempelajari topic sentence atau guru tidak memberikan definisinya, tetapi pada akhirnya pebelajar akan menemukan sendiri apa yang dimaksud dengan “topic sentence”.

Saya juga ada membaca tentang strategi Ekspositira dimana Strategi ekspositori langsung adalah, guru menstrukturkan pelajaran denganmaju secara urut. Guru dengan cermat mengontrol materi dan keterampilan yang dipelajari. Pada umumnya, dengan strategi ekspositori langsung, guru menyampaikan keterampilan dan konsep-konsep baru dalam waktu yang relatif singkat. Strategi pembelajaran langsung berpusat pada materi dan guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara jelas kepada pebelajar. Guru memonitor pemahaman pebelajar dan memberikan balikan terhadap penampilan mereka. Termasuk dalam strategi pembelajaran langsung, yaitu pembelajaran eksplisit.

Strategi deduktif dimulai dari penampilan prinsip-prinsip yang diketahui ke prinsip-prinsip yang belum diketahui. Sebaliknya, dengan strategi induktif, pembelajaran dimulai dari prinsip-prinsip yang belum diketahui. Strategi ekspositori langsung merupakan strategi yang berpusat pada guru. Guru menyampaikan informasi terstruktur dan memonitor pemahaman belajar, serta memberikan balikan. Strategi belajar tuntas merupakan suatu strategi yang memberi kesempatan belajar secara individual sampai pebelajar menuntaskan pelajaran sesuai irama belajar masing-masing. Ceramah dan demonstrasi merupakan dua strategi yang pada hakikatnya sama, yaitu guru menyampaikan fakta dan prinsip-prinsip, namun pada demonstrasi sering kali guru menunjukkan (mendemonstrasikan) suatu proses. Antara pertanyaan dan resitasi terdapat kesamaan yaitu, resitasi juga dapat berupa pertanyaan secara lisan. Praktik merupakan implementasi materi yang telah dipelajari, sedangkan drill dilakukan untuk mengulangi informasi sehingga pebelajar benar-benar memahami materi yang dipelajari. Reviu dilakukan untuk membantu guru menentukan penguasaan materi para pebelajar, baik materi untuk prasyarat maupun materi yang telah diajarkan. Bagi pebelajar, reviu berguna sebagai kesempatan untuk melihat kembali topik tertentu pada waktu lain.

Ada satu strategi yang memiliki banyak jenis. Strategi Inkuiri atau SPI, Strategi bertanya meliputi sejumlah kegiatan pembelajaran yang menitikberatkan pada proses berpikir analitis dan kritis dalam mencari dan menjawab pertanyaan. Sedangkan tanya jawab sering diajukan antara siswa dan guru untuk proses berpikir ini.

Strategi Ekspositoris atau SPE Sistem pembelajaran ekspositori merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pada proses pemberian pengetahuan atau materi yang diberikan secara lisan oleh guru kepada siswa yang ingin membantu siswa menguasai materi secara efektif.

Strategi Berdasarkan Strategi atau SPBM Pembelajaran SPBN merupakan strategi pembelajaran yang memadukan beberapa kegiatan pembelajaran yang menonjolkan proses pemecahan masalah ilmiah. SPBM didasarkan pada psikologi kognitif, yang dapat dibebaskan dari asumsi bahwa belajar adalah proses mengubah perilaku melalui pengalaman.

 

Strategi Koperasi atau DSS Metode pembelajaran termasuk dalam rangkaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok tertentu untuk mencapai rumusan tujuan pembelajaran. Strategi sistem pembelajaran kooperatif menggunakan kelompok kecil atau tim yang terdiri dari 4 sampai 6 orang yang memiliki latar belakang akademis ras, kuat, atau gender.

Meningkatkan Keterampilan Berpikir atau SPPKB Jenis strategi ini diterapkan dalam menonjolkan kemampuan berpikir siswa. Materi yang disajikan tidak hanya disajikan dengan cara seperti ini. Tetapi siswa dibimbing melalui proses menemukan konsep sendiri yang harus dikuasai dengan terus menghadapi proses dialog dan menggunakan pengalaman siswa.

Manfaat dari strategi pembelajaran pada aktivitas belajar itu sendiri adalah, waktu siswa untuk meraih materi yang sesuai dengan standar kompetensi bisa menjadi lebih efisien. Dan yang paling penting adalah guru bisa mempunyai gambaran tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan saat kegiatan belajar.

Guru juga bisa lebih matang saat menghadapi siswa dengan latar belakang yang berbeda. Karena mau tidak mau setiap siswa pasti mempunyai kemampuan dan latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari perbedaan ras, ekonomi, agama dan motivasi belajar. Hal tersebutlah yang mengharuskan guru bisa menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif.

Robert F. Mager telah menyusun beberapa parameter untuk memilih strategi pembelajaran yang baik, berikut diantaranya:

Berfokus pada tujuan pembelajaran. Ini merupakan parameter apa saja yang bisa diraih dan apa saja yang belum bisa diraih siswa dalam pembelajaran. Bisa menggunakan teknik, model dan metode pembelajaran yang dapat disesuaikan dan relevan dengan zaman. Ini bisa digunakan untuk memperdalam skill yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan yang akan datang. Strategi pembelajaran yang baik memungkinkan guru untuk bisa memilih berbagai macam variasi media pembelajaran. Sehingga siswa bisa terstimulasi dalam berpikir kreatif dan inovatif.

Saat guru menerangkan tentang tujuan pembelajaran siswa didorong untuk memperhatikan agar hubungan antara pengetahuan lama dan baru bisa terkoneksi. Tingkatkan kemampuan siswa dalam memahami bacaan, ajari mereka cara membaca dengan waktu yang singkat namun tetap nyantol. Mendengarkan dan partisipasi, kembangkan cara siswa dalam mendengar, serta minta siswa untuk berpartisipasi lebih dalam pembelajaran (aktif). Berlandaskan teori student centered, bisa dikatakan bahwa siswa adalah pusat utama dari aktivitas belajar. Maka dari itu ajari siswa untuk mencatat yang efektif, di mana bisa digunakan untuk membantu teman dan diri sendiri dalam belajar.

pengertian strategi pembelajaran menurut para ahli yang perlu diketahui.

Hilda Taba

Strategi pembelajaran adalah urutan atau pola perilaku guru untuk dapat mengakomodasi semua variabel pembelajaran secara sadar dan sistematis.

Suparman

Strategi pembelajaran merupakan gabungan dari beberapa rangkaian kegiatan, cara mengorganisasikan materi pelajaran siswa, bahan, peralatan dan waktu yang digunakan untuk proses pembelajaran dalam mencapai tujuan kegiatan pembelajaran yang telah ditentukan.

Dan itulah beberapa ulasan dari saya dengan hasil bacaan saya and see you next time.

Komentar