Karakterisitik peserta didik.
Nama :Aji
sadewo wahyu eka hartoyo
Nim :11901142
Kelas :Pai 4E
Makul :Magang
1
KARAKTERISTIK
PESERTA DIDIK.
Assalmualikum
warahmatullahi wabakatuh, saya ajisadewo wahyu eka hartoyo dengan Nim 11901142,
saya dari kelas Pai 4E, baiklah kembali lagi dengan ;aporan absen setiap minggu
dimana kali ini adalah dengan tema karakteristik peserta didik. Banyak hal baru
yang saya temukan dari berbagai sumber jurnal dan lain halnya tentang
karakteristik peserta didik ini. Karakteristik sendiri memiliki banyak makna
tersendiri bagi setiap orang nya. Sedangkan peserta didik adalah seorang
pelajar yang di didik oleh guru atau pengajar, itu stikulasi asal-asal dari
saya dan sebelum ke dalam dalamnya yang lebih dalam alangkah baiknya seperti
biasa kita mene laah satu persatu kalimat yaitu ada du penghubung, ada
karakteristik da nada peserta didik yang tentu keduanya memiliki makna yang
berbeda taoi berkaitan, baiklah apasih itu karakterisitik dan apa sih itu
peserta didik.
Pengertian
Karakteristik Istilah karakter dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai
arti sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang
dari yang lain, tabiat, watak. Jadi karakteristik itu sendiri adalah pembeda
dari setiap sifat seperti setiap orang punya karakteristiknya sendiri-sendiri
dan tidak dimiliki orang lain mungkin ada yang sama tetepi tidak banyak.
Sedangkan peserta didik
memiliki arti yaitu Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha
mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan
baik pendidikan informal, pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada
jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu.
Jadi bisa disimpulkan
sedikit karakteristik peserta didik adalah, sesuatu atau watak yang dimiliki
oleh setiap individu atau setiap peserta didik itu sendiri. Karakteristik
peserta didik meliputi: etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan
kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi,
perkembangan sosial, perkembangan moral dan spiritual, dan perkembangan
motoric.
Masing-masing peserta
didik atau siswa sebagai individu dan subjek belajar memiliki karakteristik
atau ciri-ciri sendiri. Kondisi atau keadaan yang terdapat pada masing-masing
siswa dapat mempengaruhi bagaimana proses belajar siswa tersebut. Dengan
kondisi peserta yang mendukung maka pembelajaran tentu dapat dilakukan dengan
lebih baik, sebaliknya pula dengan karakteristik yang lemah maka dapat menjadi
hambatan dalam proses belajar mengajar. Dan lagi bahwa keadaan peserta didik
bukan hanya berpengaruh pada bagaimana belajar masing-masing peserta didik,
namun dari proses belajar masing-masing siswa dapat mempengaruhi pembelajaran
secara keseluruhan serta juga mempengaruhi bagaimana proses belajar peserta
didik lainnya. Jika pengaruh positif maka akan memberikan efek yang baik bagi
proses pembelajaran, namun tentu saja juga terdapat karakteristik atau keadaan
dari siswa yang buruk dan memberikan pengaruh negatif bagi pembelajaran.
Oleh karena itu, guru
yang memiliki peran sentral dalam pembelajaran secara langsung sangat
diharuskan untuk mengetahui karakteristik atau keadaan yang sebenarnya terjadi
pada siswa. Dengan demikian, guru dapat mengantisipasi juga mengatasi adanya
pengaruh buruk yang mungkin muncul dan berakibat negatif bagi pembelajaran.
Identifikasi terhadap keadaan dan kondisi siswa baik untuk masing-masing
individu maupun keseluruhan mutlak diperlukan yang digunakan untuk pengambilan
langkah dan perlakuan terutama pemilihan strategi, model, media, dan komponen
penyusun pembelajaran lainnya.
Dalam bukunya, Sardiman
(2011: 120) menyebutkan bahwa terdapat 3 macam hal karakteristik atau keadaan
yang ada pada siswa yang perlu diperhatikan guru yaitu: Karakteristik atau
keadaan yang berkenaan dengan kemampuan awal siswa. Misalnya adalah kemampuan
intelektual, kemampuan berpikir, dan lain-lain halnya.
Karakteristik atau
keadaan siswa yang berkenaan dengan latar belakang dan status sosial.Karakteristik
atau keadaan siswa yang berkenaan dengan perbedaan-perbedaan kepribadian
seperti sikap, perasaan, minat, dan lain-lain. Dari macam-macam jenis dan
sumber karakteristik atau keadaan yang ada pada siswa ini guru dapat menentukan
data-data apa saja yang perlu diketahui informasinya dan digali dari peserta
didik. Kondisi pada peserta didik juga senantiasa dapat mengalami perubahan,
guru hendaknya juga harus memantau segala perubahan keadaan yang ada pada siswa
baik sebelum pembelajaran dimulai, saat pembelajaran, hingga paska pembelajaran
dan evaluasi.
Karakteristik merupakan
salah satu variabel dalam desain pembelajaran. Karakteristik siswa adalah
segi-segi latar belakang pengalaman siswa yang berpengaruh terhadap keefektifan
proses belajar. Latar belakang dan pengalaman yang dimiliki siswa diantaranya
kemampuan umum, tingkat kecerdasan, gaya belajar, motivasi, ekspektasi terhadap
belajar, ciri-ciri jasmani serta emosional. Karakteristik tersebut dapat mempengaruhi
keefektifan dan proses pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran
dalam pendidikan di Indonesia bersifat klasikal yang melibatkan siswa dan guru.
Pembelajaran yang bersifat klasikal tentu membutuhkan proses persiapan dan
perencanaan pada desain pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Hal tersebut karena terdapat keberagaman karakteristik, antar siswa yang satu
dengan yang lain memiliki karakteristik yang berbeda. Para pendidik dalam hal
ini guru perlu memperhatikan karakteristik siswa sebagai peserta didiknya.
Penguasaan guru terhadap karakteristik siswa dapat membantu dalam membuat
perencanaan pembelajaran, diantaranya dalam menentukan metode pembelajaran yang
akan digunakan. Seorang guru harus cerdas dalam pemilihan metode pembelajaran, agar
dalam keberagaman karakteristik, siswa mampu mencapai kompetensi yang
diharapkan. Oleh karena itu pengenalan terhadap karakteristik siswa harus dilakukan,
bahkan mungkin wajib dilakukan.
Penting bagi Guru
Pintar untuk dapat mengenali dan memahami karakteristik peserta didik. Salah
satu manfaat ketika Guru mengenali dan memahami karakter siswa adalah proses
belajar mengajar yang berlangsung dengan lebih baik. Lantas bagaimana strategi
yang dapat diterapkan untuk mengenali dan memahami karakter siswa berikut
ulasan dari beberapa artikel yang berhasil saya sedikit simpulkan
1.
Kenali Temperamen Siswa
Pada dasarnya,
bagaimana siswa memahami materi pelajaran dan mengerjakan tugas-tugasnya
terkait erat dengan temperamen siswa itu sendiri. Bahkan eksplorasi cara-cara
baru dalam menuntaskan tugasnya juga sangat dipengaruhi oleh karakteristik
siswa.
2.
Amati Siswa selama Proses Belajar
Sebagai individu,
karakter siswa tampak dari caranya berkomunikasi – baik verbal maupun
non-verbal. Bagaimana siswa berinteraksi dengan teman-temannya juga bisa
memberi petunjuk tentang karakteristiknya. Lebih dari itu, pola interaksi yang
sama boleh jadi terulang pada saat siswa harus bekerja dan mengerjakan tugasnya
dalam kelompok.
3.
Komunikasi Dua Arah
Komunikasi dua arah
menjadi penanda penting karakteristik guru dan siswa abad 21. Komunikasi dua
arah berperan penting sebagai sarana Guru untuk mengetahui sudut pandang dan
perasaan siswa. Bahkan, siswa dapat menyampaikan apa yang ingin diketahui dan
dipelajarinya melalui komunikasi yang baik dengan Gurunya.
4.
Menyertakan Siswa pada Program
Pengenalan Diri
Jika Guru perlu
memahami karakteristik peserta didik, maka bagaimana dengan siswa sendiri?
Karakteristik siswa abad 21 tentu tak bisa disamakan dengan generasi-generasi
sebelumnya. Mereka perlu mengenali potensi dirinya sendiri bukan hanya
karakter, tapi juga bakat dan minatnya.
Jadi itu adalah
beberapa hal yang dapat saya simpulkan sebagai saran antara guru dan peserta
didik untuk menukan karakteristik peserta didik tersebut, terlebih karakterisitik
setiap peserta didiknya harus bisa diketahui oleh gurunya.
Karakteristik peserta
didik dapat diartikan keseluruhan pola kelakukan atau kemampuan yang dimiliki
peserta didik sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan, sehingga menentukan
aktivitasnya dalam mencapai cita-cita atau tujuannya.
Dengan kata lain
karakteristik peserta didik adalah latar belakang pengalaman yang dimiliki oleh
peserta didik termasuk aspek-aspek lain yang ada pada diri mereka, seperti
kemampuan umum, ekspektasi terhadap pembelajaran dan ciri-ciri jasmani serta
emosional siswa yang memberikan dampak terhadap keefektifan belajar.
Sehingga pemahaman atas
karakteristik peserta didik dimaksudkan untuk mengenali ciri-ciri dari setiap
peserta didik yang nantinya akan menghasilkan berbagai data terkait siapa
peserta didik dan sebagai informasi penting yang nantinya dijadikan pijakan
dalam menentukan berbagai metode yang optimal guna mencapai keberhasilan
kegiatan pembelajaran.
Suatu proses
pembelajaran akan dapat berlangsung secara efektif atau tidak, sangat
ditentukan oleh seberapa tinggi tingkat pemahaman pendidik tentang
karakteristik yang dimiliki peserta didiknya, Pemahaman karakteristik peserta
didik sangat menentukan hasil belajar yang akan dicapai, aktivitas yang perlu
dilakukan, dan assesmen yang tepat bagi peserta didik.
Karakteristik peserta
didik meliputi: etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan kognitif,
kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi, perkembangan
sosial, perkembangan moral dan spiritual, dan perkembangan motorik.
1.
Etnik
Pendidik dalam
melakukan proses pembelajaran perlu memperhatikan jenis etnik apa saja yang
terdapat dalam kelasnya, Dalam sekolah dan kelas tertentu terdapat multi
etnik/suku bangsa, seperti dalam satu kelas kadang terdiri dari peserta didik
etnik Jawa, Sunda, Madura, Minang, dan Bali, maupun etnik lainnya, Data tentang
keberagaman etnis di kelasnya menjadi informasi yang sangat berharga bagi
pendidik dalam menyelenggarakan proses pembelajaran, Seorang pendidik yang
menghadapi peserta didik hanya satu etnik di kelasnya, tentunya tidak sesulit
yang multi etnik, Proses pembelajaran dengan peserta didik yang multi etnik
maka dalam melakukan interaksi dengan peserta didik di kelas tersebut perlu
menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh semua peserta didiknya.
2.
Kultural
Peserta didik kita
sebagai anggota suatu masyarakat memiliki budaya tertentu dan sudah barang
tentu menjadi pendukung budaya tersebut. Budaya yang ada di masyarakat kita
sangatlah beragam, seperti kesenian, kepercayaan, norma, kebiasaan, dan adat
istiadat. Peserta didik yang kita hadapi mungkin berasal dari berbagai daerah
yang tentunya memiliki budaya yang berbeda-beda sehingga kelas yang kita hadapi
kelas yang multikultural.
3.
Status social
Peserta didik pada
suatu kelas biasanya berasal dari status sosial-ekonomi yang berbeda-beda.
Peserta didik dengan bervariasi status ekonomi dan sosialnya menyatu untuk
saling berinteraksi dan saling melakukan proses pembelajaran. Perbedaan ini
hendaknya tidak menjadi penghambat dalam melakukan proses pembelajaran.
4.
Minat.
Minat merupakan suatu
sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan yang
dipilihnya.Sebenarnya minat belajar peserta didik memegang peran yang sangat
penting, sehingga perlu untuk terus ditumbuh kembangkan sesuai dengan minat
yang dimiliki seorang peserta didik
5.
Perkembangan kognitif
Tingkat perkembangan
kognitif yang dimiliki peserta didik akan mempengaruhi guru dalam memilih dan
menggunakan pendekatan pembelajaran, metode, media, dan jenis evaluasi.
6.
Kemampuan awal
Merupakan keadaan
pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki terlebih dahulu oleh peserta
didik sebelum mempelajari pengetahuan atau keterampilan baru.Pengetahuan dan
keterampilan yang harus dimiliki terlebih dahulu maksudnya adalah pengetahuan
atau keterampilan yang lebih rendah dari apa yang akan dipelajari.Kemampuan
awal peserta didik bersifat individual, artinya berbeda antara peserta didik
satu dengan lainnya, sehingga untuk mengetahuinya juga harus bersifat individual.
7.
Gaya belajar
Merupakan cara yang
cenderung dipilih/digunakan oleh peserta didik dalam menerima, mengatur, dan
memproses informasi atau pesan dari komunikator/pemberi informasi. Gaya belajar
dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu visual (visual learners), auditif
(auditory learners), dan kinestetik (kinesthetic learners).
8.
Motivasi
Merupakan suatu kondisi
yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan yang memberi arah dan
ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut.
Motivasi kadang timbul
dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi instrinsik dan kadang motivasi
itu muncul karena faktor dari luar dirinya sendiri (motivasi ekstrinsik).
9.
Perkembangan emosi
Emosi sebagai
tergugahnya perasaan yang disertai dengan perubahan-perubahan dalam tubuh,
misalnya otot menegang, dan jantung berdebar. Dengan emosi peserta didik dapat
merasakan senang/gembira, aman, semangat, bahkan sebaliknya peserta didik
merasakan sedih, takut, dansejenisnya.
10.
Perkembangan sosial
Adalah kemampuan anak
untuk berinteraksi dengan lingkungannya, bagaimana anak tersebut memahami
keadaan lingkungan dan mempengaruhinya dalam berperilaku baik kepada dirinya sendiri
maupun kepada orang lain. Perkembangan sosial peserta didik dapat
diketahui/dilihat dari tingkatan kemampuannya dalam berinteraksi dengan orang
lain dan menjadi masyarakat di lingkungannya.
11.
Perkembangan moral dan spiritual
Moralitas dalam diri
peserta didik dapat tingkat yang paling rendah menuju ke tingkatan yang lebih
tinggi seiring dengan kedewasaannya.
12.
Perkembangan motorik.
Menurut Hurlock
Perkembangan motorik adalah perkembangan gerakan jasmaniah melalui kegiatan
pusat syaraf, urat syaraf, dan otot yang terkordinasi.Perkembangan motorik
merupakan proses yang sejalan dengan bertambahnya usia secara bertahap dan
berkesinambungan,
Jado itulah penjelasan
saya minggu ini tentang beberapa karakterisitik dan bagaimana menghargai
karakterisitik serta menemukan nya dalam peserta didik sebagai calon guru, maaf
jika banyak kesalahan dan see you next time.
Komentar
Posting Komentar