MANAJEMEN SEKOLAH

 

Nama   :Aji Sadewo Wahyu Eka Hartoyo

Nim     :11901142

Kelas   :Pai 3E

 

LAPORAN BACAAN

“Manajemen Sekolah”

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, okeh perkenalkan nama saya Aji sadewo wahyu eka hartoyo. dengan nim 11901142 kelas Pai 4E, baiklah di tugas bacaan kali ini saya ingin membahas sedikit tentang manajemen sekolah dengan beberapa referensi yang sudah saya coba pahami, perlu di ketahui manajemen sekolah termasuk hal yang sangat penting dalam ruang lingkup sekolah, manajemen sendiri bahkan sangat penting dalam kehidupan kita untuk diri kita sendiri, karena manajemen menurut saya sangat penting oleh karena itu saya tertarik membahas nya, pertama tama kita akan memabahas apa sih ity manajemen sekolah menurut artikel yang sudah saya baca Manajemen sekolah adalah Suatu usaha yang dilakukan secara bersama sama untuk mencapai tujuan belajar mengajar yang optimal. jadi manajemen sekolah adalah suatu cara atau usaha untuk mebgoptimalkan proses belajar mengajar yang ada di sekolah atau yang ada di dalam ruang lingkup pendidikan. tetapi jika saya pahami dari artikel yang saya baca, saya rasa manajemen sekolah harus disesuaikan antara murid sebagau peserta didik dan juga guru sebagai pendidik. dan sebisa mungkin tidak memberatkan siapapun.

Manajemen sekolah menentukan sekolah itu baik atau tidak, atau pada intinya manajemen sekolah ada untuk membuat sekolah tersebut lebih baik, sekolah yang baik pasti memiliki system Tujuan, model sistem, dan model tujuan sistem. Semua itu tidak lain dan tidak bukan adalah bagian dari manajemen pendidikan untuk menciptakan sekolah yang lebih baik.

Manajemen pendidikan juga memiliki fungsi fungsi esensial di sekolah seperti peraturan misalnya, penstrukturan waktu, penstrukturan aktivitas yang akan dilakukan atau di ikuti oleh semua peserta didik, pendefinisian kecerdasan, penilaian, pemisahan peran dan juga tanggung jawab anata guru dengan peserta didik, supervisi dan juga pengawasan terhadap peserta didik, teakhir yang pasti Tnaggung jawab atau pertanggung jawaban yang harus dialakukan untuk menjadi bukti adanya esensial pendidikan untuk mewujudkan manajemen pendidikan yang baik.

Ada beberapa artikel tentang Manajemen Pendidikan, dan saya banyak sekali kagum tentang kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan manajemen pendidikan dari yang saya kutip berikut adalah beberapa kegiatan manajemen sekolah seperti, kesiswaan, peserta didik, kurikulum, ketenagaan, sarana prasarana, keuangan Humas dan lain sebagainya.

Saya mengutip beberapa pendapat tokoh tentang kenapa manajemen sekolah di terapkan di sekolah yaitu :

Menurut SuprionoSubakir tujuan utama penerapan Manajemen Sekolah adalah untuk meningkatkanefisiensi pengelolaan dan meningkatkan relevansi pendidikan di sekolah, denganadanya wewenang yang lebih besar dan lebih luas bagi sekolah untuk mengelolaurusannya sendiri.

Mulyasa, tujuan Manajemen Sekolah adalah:

a. Peningkatan efisiensi, antara lain diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi.

b. Peningkatan mutu, antara lain melalui partisipasi orang tua terhadap sekolah, fleksibilitas pengelolaan sekolah dan kelas, peningkatan profesionalisme guru dan kepala sekolah.

c. Peningkatan pemerataan, antara lain diperoleh melalui peningkatan partisipasi masyarakat yang memungknkan pemerintah lebih berkonsetrasi pada kelompok tertentu.

Dari dua pendapat tokoh hebat yang saya kutip tersebut, saya sebagai pembaca semakin yakin bahwa manajemen sekolah memang penting juga wajib ada di setiap sekolah karena untuk menambah mutu, serta peningkatan efesiensi relevansi pendidikan, juga wewenangnya yang sangat besar agar mengelola setiap apa yang menjadi tujuan sekolah leboh baik.

Saya juga membaca beberapa prinsip tentanag manajemen sekolah, untuk menciptakan sekolah yang berdaya saing tinggi juga bermutu baik tentu perlu adanya Teori dan juga pengkonsepan yang yang matang dan terencana, karena semua itu dilakukan untuk sekolah dan mengelola sekolaah agar lebih baik, berikut kutipan saya tentang Prinsip Prinsip Manajemen Pendidikan.

Pertama adalah quifinality, Prinsip ini berdasarkan teori modern yang berasumsi bahwa terdapat beberapa metode yang berbeda dalam pencapaiantujuan. Manajemen sekolah bermutu lebis menekankan fleksibilitas. Untuk itu sekolah wajib mandiri dan mengelolaseluruh aktifitasnya bersama warga sekolah menurut kondisi mereka masing-masing. Karena rumitnya job deskriptionsekolah saat ini dan adanya perbedaan yang signifikan antara sekolah satu dengan yang lainnya, contoh konkritnya adalahperbedaan input peserta didik, sarana prasarana dan situasi akademik sekolah, sekolah tidak dapat dijalankan dengan struktur yang sama di seluruh kota, provinsi, apalagi Negara. Pendidikan sebagai komunitas yang sangat fleksibel dan terbuka terhadap berbagai perubahan yang terus berkembang. Oleh itu, tidak diragukan lagi bila sekolah akan mendapatkan berbagai masalah seperti halnya institusi umum lainya. Tantangan tersebut harus dijawab dengan tuntas oleh sekolah. Sekolah harus mampu memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapinya dengan cara yang paling tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Walaupun sekolah satu mungkin memiliki masalah yang sama, cara penyelesaiannya akan berbeda antara sekolah satu dengan

sekolah yang lainnya.

Yang kedua adalah Decentralization, Desentralisasi adalah gejala yang penting dalam reformasi manajemen sekolah modern. Prinsip desentralisasi ini konsisten dengan prinsip ekuifinaltias. Prinsip desentralisasi dilKitasi oleh teori dasar bahwa pengelolaan sekolah dan aktivitas pengajaran tak dapat dielekakan dari kesultian dan permasalahan. Pendidikan adalah masalah yang rumit dan kompleks sehingga memerlukan desentralisasi dalam pelaksanaannya. Prinsip ekuifinalitas yang dikemukakan sebelum mendorong adanya desentralisasi kekuasaan dengan mempersilahkan sekolah memiliki ruang yang lebih luas untuk bergerak, berkembang, dan bekerja menurut strategi-strategi unik mereka untuk menjalani dan mengelola sekolahnya secara efektif. Oleh karena itu, sekolah harus diberi kekuasaan dan tanggung jawab untuk memecahkan memecahkan masalahnya secara efektif dan secepat mungkin ketika masalah itu muncul. Dengan kata lain, tujuan dari prinsip desentralisasi adalah efisiensi dalam pemecahan masalah, bukan menghindari masalah. Oleh karena itu, manajemen sekolah bermutu harus mampu menemukan masala, memecahkannya tepat waktu dan memberi sumbangan yang lebih besar terhadap efektivitas pengajaran dan pembelajaran. Tanpa adanya desentralisasi kewenangan sekolah tidak dapat dilakspeserta didikan dan akan berakibat terlambatnya pemecahan masalah secara cepat, tepat, dan efisien.

Yang ketiga adalah Seelf-Management System, Manajemen sekolah bermutu perlu mencapai tujuan-tujuan berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan, tetapi terdapat berbagai metode-metode yang berbeda dalam mencapainya. Manajemen sekolah yang bermutu harus menyadari bahwa pentingnya mempersilahkan sekolah menjadi sistem pengelolaan secara mandiri di bawah kebijakannya sendiri. Sekolah memiliki otonomi tertentu untuk mengembangkan tujuan pengajaran strategi manajemen, distribusi sumber daya manusia dan sumber daya lainnya, memecahkan masalah, dan mencapai tujuan berdasarkan kondisi mereka masing-masingsesuai dengan SDM dan kemampuannya. Karena sekolah dikelola secara mandiri maka sekolah lebih memiliki inisiatif dan tanggung jawab sendiri.Prinsip ini terkait dengan prinsip sebelumnya, yaitu prinsip ekuifinalitas dan prinsip desentralisasi. Ketika sekolah menghadai permasalahan maka harus diselesaikan dengan caranya sendiri. Sekolah dapat menyelesaikan masalahnya bila telah terjadi pelimpahan wewenang dari birokrasi di atasnya ke ingkat sekolah. Dengan adanya kewenangan di tingkat sekolah itulah maka sekolah dapat melakukan sistem pengelolaan mandiri.

Dan yang terakhir yaitu ke empat tentang Prinsip Human Initiative, Perspektif sumber daya manusia menekankan bahwa orang adalah sumber daya berharga di dalam organisasi sehingga poin utama manajeman adalah mengembangkan sumber dayamanusia di adalam sekolah untuk berinisitatif. Berdasarkan perspektif ini maka Manajemen Sekolah bertujuan untuk membangun lingkungan yang sesuai untuk warga sekolah agar dapat bekerja dengan baik dan mengembangkan potensinya. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dapat diukur dari perkembangan aspek sumber daya manusianya. Prinsip ini mengakui bahwa manusia bukanlahsumber daya yang statis, melainkan dinamis. Oleh karena itu, potensi sumber daya manusia harus selalu digali, ditemukan, dan kemudian dikembanngkan. Sekolah dan lembaga pendidikan yang lebih luas tidak dapat lagi menggunakan istlah staffing yang konotasinya hanya mengelola manusia sebagai barang yang statis. Lemabga pendidikan harus menggunakan pendekatan human resources development yang memiliki konotasi dinamis dan aset yang amat penting dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

Menurue E. Mulyasa (2007: 44) Manajemen tenaga kependidikan atau manajemen personali ke pendidikan bertujuan untuk mendaya gunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efisien agar mencapai hasil yang oftimal, namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan.

Ada beberapa hal juga yang sangat mempengaruhi Manajemen Pendidikan seperti manajer Pendidikan, Organisasi Pendidikan, lingkungan juga sistem pendidikan Nasional. Semua itu saya kutip dari pendapat (Husaini Usman:2010)

Manajer pendidikan. Manusia dalam organisasi tidak terlepas dari sistem yang telah dibuat di organisasi tersebut. Sistem itu dibuat berdasarkan kesepakatan anggotanya. Manajer pendidikan adalah salah satu yang paling berperan dalam pembentukan sistem tersebut. Oleh karena seorang manajer diharapkan adalah orang yang berwawasan luas dan mampu mengelola organisasi pendidikan.

Organisasi pendidikan. Manusia sebagai manajer tidak bisa terlepas dengan wadahnya tempat dia berinteraksi yaitu organisasi. Organisasi dapat berupa lembaga pendidikan formal, non formal, maupun informal.Didalam organisasi ada manusia yang saling berinteraksi. Organisasi sebagai wadah selayaknya dapat menyatukan langkah para anggotanya untuk mencapai satu tujuan.

Lingkungan. Lingkungan fisik yang kondusif dan lengkap akan turut membantu keberhasilan manajemen pendidikan. Lingkungan non fisik berupa komunikasi yang baik, situasi dan kondisi yang kondusif akan memperlancar proses manajemen pendidikan sehingga tujuan pendidikan akan lebih mudah tercapai.

Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponenen pendidikan yang saling terkait untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Sistem pendidikan nasional juga merupakan pedoman bagi seorang manajer pendidikan dalam berperilaku baik secara individu maupun kelompok agar organisasi menjadi tertib. Ketertiban organisasi penting agar dapat menyamakan persepsi seluruh anggota organisasi dalam perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan, dan pengawasan kegiatan. (Husaini Usman, 20l0).

Sekolah sebagai suatu sistem, yaitu suatu kesatuan yang terdiri dari komponen-komponen yang saling berkaitan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan yang utuh. Sedangkan sekolah itu sendiri terdiri dari beberapa komponen komponen (input, proses dan output) yang saling berkaitan satu sama lain sehingga sekolah dapat dikatakan sebagai suatu sistem.Pengertian sekolah efektif yaitu sekolah yang memiliki sistem pengelolaan yang baik, transparan dan akuntabel, serta mampu memberdayakan setiap komponen penting sekolah, baik secara internal maupun eksternal, dalam rangka pencapaian visi-misi-tujuan sekolah secara efektif dan efesien. Konsep sekolah efektif adalah sekolah yang mampu mengoptimalkan semua masukan dan proses bagi ketercapaian output pendidikan, yaitu prestasi sekolah terutama prestasi siswa yang ditandai dengan dimilikinya semua kemampuan berupa kompetensi yang dipersyaratkan didalam belajar. Karekteristik sekolah efektif yaitu: 1) kepemimpinan kepala sekolah kuat. 2) harapan yang tinggi terhadap prestasi pelajar, 3) menekankan pada keterampilan dasar, dan 4) keteraturan dan atmosfer terkendali. Kepemimpinan sekolah efektif oleh kepala Sekolah karena Kepala sekolah merupakan figure (key person) dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan sekolah yaitu sekolah yang efektif. Itulah hasil bacaan saya selama seminggu ini, dan saya susun dalam laopran bacaan Mohon maaf Jika banyak memiliki kesalahan dan penulisan lainya terima kasih.

 

 

Note: warna berbeda mengarah ke link Sumber.

Referensi bacaan :

https://juraganberdesa.blogspot.com/2019/10/pengertian-manajemen-sekolah.html?m=1

https://www.researchgate.net/publication/323580733_MANAJEMEN_SEKOLAH_UNTUK_MENCAPAI_SEKOLAH_UNGGUL_YANG_MENYENANGKAN_STUDI_KASUS_DI_SMAN_1_SLEMAN_YOGYAKARTA

https://disdikbud.kendalkab.go.id/pintarberbagi/category/praktik-baik-manajemen-sekolah/

https://osf.io/rvgk6/download

Komentar