bahasan tentang Kultur Sekolah
Laporan Mingguan
Nama : Aji sadewo wahyu eka hartoyo
Nim :11901142
Kelas :Pai 3E
Makul :Magang 1
KULTUR SEKOLAH
Perkenalkan nama saya Aji sadewo, saya dari Kelas Pai 3E, dalam laporan Mingguan atau Tugas mingguan kali ini, saya akan menyampaikan hasil bacaan saya tentang kultur sekolah, saya bukan akan menjelaskan tentang satu kultur atau sebuah kultur yang ada di satu sekolah tetapi lebih kepada pentingnya memiliki kultur di setiap sekolah. sebelumnya saya ingin menjelaskan sedikit tentang apa itu kultu dan apa itu sekolah, menurut KBBI kultur memiliki arti Budaya atau kebudayaan sedangkan sekolah adalah sebuah lembaga pendidikan dimana di dalamnya memiliki sistem pendidikan formal atau non formal, sekolah adalah lembaga dimana para murid di awasi oleh guru atau pengajar. jadi kultur sekolah adalah sebuah kebudayaan yang ada dalam sekolah, jadi setiap sekolah biasanya memiliki kultur sendiri sendiri atau budayanya masing masing, seperti contohnya saja di SMA Gadjah Madha, yang bentuk bangunan nya seperti keraton bahkan dikemukakan oleh Bapak AS, bahwa ia mengatakan sekolah itu merupakan bukan asli milik sekolah tetapi sebuah bangunan keraton yang dpinjamkan.
bahkan menurut apa yang saya baca kultur budaya yang ada di setiap sekolah itu bisa mempengaruhi mutu atau dikenalnya sebuah sekolah tersebut, seperti SLB, sekolah luar biasa yang terkenal dengan murid murid luar biasanya walaupun siswa siswi disitu memiliki banyak kekurangan tetapi mereka mampu membuktikan kalau mereka tidak bisa diremehkan atau di pandang sebelah mata, dan SLB itu sendiri sangat banyak di Indonesia. Eh SLB kan sudah biasa sekolah yang memiliki kultu berbeda selain SLB ada ndak?, tentu ada seperti sekolah yang saya sampaikan di atas tadik yaitu SMA Gadjah madha, menurut saya itu adalah sesuatu yang tidak dimiliki oleh sekolah lainya atau bisa jadi mungkin sekolah yang bercorak keraton satu satunya yang ada di Indonesia.
Perlu Teman teman ketahui, setelah saya beberapa kali mencari sumber tentang Kultur dan pentingnya kultur di setiap sekolah. bahwasanya Kultur Itu terbagi menjadi Tiga yaitu kultur sekolah yang positif, kultur sekolah yang Negatif dan Kultur sekolah yang Netral.
mari kita bahas satu persatu dari tiga macam kultur yang ada di sekolah, Kultur Positif adalah kultur yang memang disitu terkenal dengan sesuatu positif, seperti yang pemerintah katakan melalui prepres nomor 87 tahun 2017 mengeluarkan peraturan tentang penguatan pendidikan karakter.
Jadi dari peraturan prepres tersebut saya mengambil sebuah kesimpulan bahwa budaya atau kultur sekolah yang bersifat positif itu adalah yang memang tidak merugikan siapapun, saya ingin bercerita sedikit tentang beberapa sekolahan yang ada di kabupaten saya yaitu di kabupaten Sekadau, di kabupaten saya hanya ada satu sekolahan yang memang selalu mendapat gelap setiap akreditasi yaitu sebagai sekolah Rujukan, kenapa disebut sekolah Rujukan karena memang, kegiatan yang ada di sekolah tersebut banyak sekali dan bersifat Positif yang mungkin tidak ada di sekolah lain yang ada di sekadau. jika adapun mungkin tidak se aktif sekolah itu, hal hal yang bersifat positif yang ada di sekolah mungkin menurut saya Pribadi seperti PMR, ROHIS, IPNU, atau Literasi Literasi lainya Seperti FAD (forum anak daerah) kegiatan kegiatan disitu bisa menambah pengKultur yang bersifat negatif adalah kultur yang menghambat peningkatan mutu pendidikan, seperti banyak jam pelajaran yang kosong, siswa takut berbuat salah, siswa takut bertanya/mengemukakan pendapat, kompetisi yang tidak sehat di antara para siswa, perkelahian antar siswa atau antar sekolah dan sebagainya. Sedangkan kultur yang bersifat netral adalah kultur yang tidak mendukung peningkatan mutu pendidikan, seperti arisan keluarga sekolah, seragam guru dan karyawan, dan sebagainyaalaman kita selain itu kegiatan itu tidak bersifat kekerasan tetapi lebih ke belajar dan mendalami sesuatu yang mungkin tidak ada di kelas. itu menurut saya tentang kultur sekolah yang positif, mungkin masih banyak yang lain tetapi pemahaman saya hanya disitu.
yang kedua adalah Kultur Sekolah yang Negatif, Mungkin tidak perlu banyak di jelaskan sebenarnya, karena Kultur ini memang bisa dengan mudah disimpulkan yaitu Kultur yang berbalik dari Kultur Positif. Jika biasanya Kultur positif adalah peningkatan sumber daya dan kemampuan siswa berarti Kultur negatif adalah yang bisa dikatakan menghambatnya. sebagai contoh saya ambil kutipan berikut "Kultur yang bersifat negatif adalah kultur yang menghambat peningkatan mutu pendidikan, seperti banyak jam pelajaran yang kosong, siswa takut berbuat salah, siswa takut bertanya/mengemukakan pendapat, kompetisi yang tidak sehat di antara para siswa, perkelahian antar siswa atau antar sekolah dan sebagainya".
jadi dari kutipan yang saya canyumkan diatas, bisa saya simpulkan bahwa Kultur Sekolah yang negatif adalah yang bertolak belakang dengan yang positif, tetapi saya sebagai pembaca juga dapat menyimpulkan bahwa hal hal Negatif yang terjadi di sebuah sekolah yang kemudian hal tersebut menjadi ciri khas atau menjadi kultur di sekolah tersebut, hal tersebut pastinya bukan kemauan pihak sekolah atau pengajarnya tetapi memang dari murid atau terlebih murid dan pengajar tidak pernah bisa singkron dan hasilnya murid menjadi nakal dan membuat keibutan juga tidak patuh dengan segala peraturan sekolah.
yang ketiga adalah kultur sekolah Netral, kultur ini mungkin banyak ada di beberapa sekolah karena kultur ini bisa menghambat tetapi bisa juga memajukan, karena bersifat netral saya sendiri bisa menyimpulkan, analoginya begini sekolah sudah menyiapkan fasilitas tapi minat dari siswanya hanya 50%, jadi apa yang sudah dilakukan sekolah terkadang tidak sesuai, jika positif adalah mendukung dan negatif menghambat maka netral ini bisa mendukung juga bisa menghambatnya, sebagai contoh kutipan berikut, "kultur yang bersifat netral adalah kultur yang tidak mendukung maupun menghambat peningkatan kualitas pendidikan. Sebagai contoh arisan keluarga sekolah, seragam guru, dan sebagainya". nah jadi dari kutipan tersebut saya bisa menyimpulkan bahwa netral ini bisa saja menghambat tetapi bisa juga memajukan atau melakukan peningkatan begitu.
dua pendapat di atas memiliki kesamaan yaitu kultur sekolah merupakan sesuatu yang termasuk dalam peningkatan mutu sekolah itu sendiri, itulah mengapa kultur sekolah sangat penting dan harus dimiliki oleh setiap sekolah yang ada di daerah kita masing masing.
dan saya juga ingin sedikit menyimpulkan bahwasanya peran kultur dalam lembaga sekolah itu sangat penting karena pada dasarnya sendiri, kualitas sebuah lembaga pendidikan dapat kita lihat bersama dari budayanya atau kulturnya tersebut, sejauh mana keberhasilan sekolah dalam merubah siswa siswinya, menarik hati masyarakat untuk menyekolahkan anak anak nya di sekolahan tersebut dan lain sebagainya, ini menarik karena peran kultur yang cukup besar entah itu dalam segi kualitas organisasinya atau institusinya.
peran kultur disekolah juga dapat mempengaruhi visi misi sekolah juga bagaimana ia akan membawa muridnya apakah menjadi lebih maju positif atau malah memiliki banyak ke negatifan, kembali lagi pada tulisan saya di atas tentang kultur positif, negatif, dan netral. kultur sekolah yang baik menjadikan akan menciptakan suasana yang kondusif tercapainya visi misi sekolah yang baik dan kesungguhan perubahan yang yang tinggi untuk semakin maju, sebaliknya kultur yang negatif biasanya membawa suasan yang kurang kondusif dan bisa membuat visi misi sekolah menjadi tidak tercapai.
kultur sekolah menjadi sangat penting terlebih untuk kita yang sekarang hidup di era teknologi, banyak yang mulai mempermudah hidupnya dengan tanpa usaha yang seharusnya kita lakukan semua hal yang bisa di akses dengan mudah. pandemi yang sekarang 2020-2021 terjadi mungkin menjadi hal dimana kita sangat membutuhkan teknologi untuk belajar, tetapi perlu d ingat itu juga bisa menjadikan kita atau siswa siswa lainya kurang produktif, oleh karena itu kultur sebagaimana dapat menjadikan mutu sekolah lebih maju harus bisa juga untuk menghadapi jaman teknologi ini, jadi menurut saya semisal teknologi itu masuk ke dalam sekolah kita tidak kehilangan ke aktifan atau ke produktifitasan kita sebagai siswa yang banyak bergerak.
saya ingin mendeskripsikan sedikit tentang contoh budaya yang baik untuk menciptakan sekolah yang mempunyai kultur positif, kita tau dari positif, negatif dan netral. pasti semua orang menginginkan lingkungan yang positif tentu agar kondisi yang kondusif selalu terjaga. contoh budaya kultur sekolah positif seperti budaya akademik yang menerapkan sistem selalu disiplin dari segi pakaian dan juga tidak memperbolehkan siswa untuk terlambat, budaya kerja keras seperti apa yang saya katakan di atas siswa tidak boleh kehilangan keproduktifitasan nya walaupun jaman sudah serba simple, seperti tugas yang tidak selalu mengacu kepada google agar siswa tidak malas membaca, mandiri belajat tidak malas malasan, mencintai hal yang berbau belajar dan juga mencintai jati dirinya sebagai siswa. selain dari itu kultur sekolah yang positif juga datang dari non akademik, non akademik maksud saya adalah hal itu tidak dituliskan dalam peraturan sekolah tetapi memang harus ada dalam diri setiap siswa contohnya budaya mengucapkan salam jika bertemu guru, etika yang baik sopan santun, jujur dan penuh kasih sayang. semua itu harus dimiliki oleh murid, pengaruh baiknya dari hal itu adalah jika suatu saat siswa lulus singkatnya ia sudah mempunyai jiwa yang bertoleransi tinggi.
Itulah bebrapa hal tentang kultur
sekolah, mungkin masih banyak hal yang saya kurang ketahui karena kurang bahan
bacaan atau referensi untuk membaca sesuatu tentang kultur sekolah, dari semua
yang saya tulis di atas kita dapat menyimpulkan bersama bahwa kultur sekolah
sangat penting untuk teracapainya mutu yang baik, kultur sekolah bagi
masyarakat sekitar sangat penting karena apakah sekolah tersebut baik untuk
anak anaknya atau justru kurang baik, oleh karena itu kultur sekolah harus
lebih banyak menerapkan kultur yang mengarah kepada hal yang positif bukan negative.
Itu beberapa redaksi dari saya jika ada banyak kesalahan saya mohon maaf, dan
akan coba saya perbaiki di minggu minggu berikutnya dalam lopran bacaan yang
berbeda.
NOTE: tulisan berwarna Biru adalah kutipan yang saya ambil dari jurnal atau link tentang kultur sekolah.
REFERENSI:http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/2018/08/lima-budaya-sekolah-pembentuk-karakter/
https://pgsd.uad.ac.id/2014/01/23/urgensi-kultur-sekolah-terhadap-mutu-pendidikan/
http://smam4la.sch.id/pentingnya-membangun-kultur-sekolah-dalam-upaya-meningkatkan-mutu-pendidikan/
https://core.ac.uk (PDF)
Komentar
Posting Komentar