Gusion sang ahli sihir,
        Yang menyukai ilmu pedang.

Pada suatu masa ada tempat yang bernama land of dawn, tempat itu sangat besar dan biasa di gunakan untuk ajang pertarungan, dan tidak jauh dari tempat itu ada sebuah keluarga yang bernama keluarga Paxley, keluarga pakley merupakan salah satu keluarga bangsawan Dengan kemampuan sihir yang terkuat dan terhormat di land of dawn, setiap anak yang lahir dari keluarga Paxley, selalu dididik dan dibesarkan untuk menjadi penyihir yang terbaik dan paling hebat.
Bagi keluarga Paxley, jalan sihir merupakan jalan yang sangat sakral serta mulia, karena terlalu menggap itu terlalu sakral, sampe akhirnya mereka menyebut bahwa pengguna pedang, ninja dan sebagai macamnya yang bertarung di land of dawn itu tidak berguna dan tidak akan berkutik jika melawan ahli sihir, dan keluarga Paxley juga menyebut pengguna pedang itu juga sangat lemah dan bodoh.
Hingga akhirnya lahir anak ke empat dari kelurga Paxley, anak itu sangat putih dan tampan, anak itu di beri nama gusion, gusion di besarkan tidak jauh beda seperti pendahulunya yaitu di ajarkan sihir dan di ajari untuk menjadi penyihir terkuat bukan pengguna pedang yang hebat, tetapi diluar dugaan, gusion yang merupakan anak ke empat dari keluarga paxley lebih menyukai pedang dan pisau, dan karena dia tau kalau petinggi sebelumnya tidak akan suka dengan hobinya tersebut akhirnya dia menggabungkan keduanya antara sihir dan pedang, dan diapun memamerkan keahliannya dalam menggabungkan elemen cahaya dengan pedang di usianya yang sangat muda, di ketimbang mengabiskan hari harinya di tempat buku dan mempelajari ilmu sihir, gusion lebih memilih berlari lalu mengontrol cahaya dengan pedang dan berusaha memasukkan kedalam dirinya sendiri hingga akhirnya dia bisa berlari mengelilingi tempat tinggalnya hanya dalam kurun waktu beberapa menit saja.
Gusion sangat paham bahwa para petinggi atau tetua dari keluarga Paxley begitu keras kepala sehingga melarang keras supaya gusion tidak menggunakan kemampuannya itu karena sangat melanggar tradisi keluarga paxley, hingga pada suatu hari gusion diberi kesempatan untuk membuktilan kemampuan pada dirinya dengan cara mengambil tes paling tinggi di dalam keluarganya yang diberi nama tes menuju kedewasaan, di dalam tes tersebut gusion memamerkan kecepatan cahaya delan mengkombinasikannya dengan pedang, kecepatannya yang sangat tinggi membuat musuh musuh gusion tak berkutik dan kesulitan melawannya, karena gusion menggunakan kecepatan cahaya yang sangat tinggi di tambah lagi ilmu pedangnya yang tidak main main, dia berhasil mengalahkan musuh musuhnya tanpa kesulitan bahkan musuh musuh gusion tidak sempat mengeluarkan sihir apapun karena kecepatan yang di miliki gusion.
Para Elder (penilai) pun sangat terkagum kagum dengan kemampuan yang dimiliki gusion, tetapi karena para tetua yang sangat kolot dan menjunjung tinggi tradisi, mereka tetap tidak suka dengan ilmu berperang yang dimiliki gusion dan akhirnya mereka memberi dua pilihan kepada gusion yaitu membuang teknik bertarungnya itu atau dibuang dari keluarga Paxley.
Karena kecintaan nya pada ilmu berperang dan pisau dengan rasa kecewa dan berat hati ia pun memberontak dan pergi meninggalkan keluarganya, tetapi dia tidak hanya pergi begitu saja, dia mengahabisi semua tetua dan pengguna ilmu sihir lainnya dari keluarga Paxley, dan ia berharap namanya suatu saat akan di kenal di land of dawn, dan semua yang ada di land of down akan mengakui siapa sebenarnya sosok gusion, dan dia bercita cita untuk membangun kembali keluarga Paxley dengan tradisi yang yang berbeda.

Komentar